Ditemui Presiden GIdI, Ahok: Gereja GIdI Gereja Injili Bener Ya!

0

KIBLAT.NET, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat apresiasi dari Gereja Injili di Indonesia (GIdI) atas kepemimpinannya di ibukota.

Seperti dimuat dalam Tabloid Injili Edisi Khusus Youth- Fronline News, Juli 2015, Kiblat.net mendapati di rubrik Pendidikan Injili, ada tulisan mengenai kunjungan khusus perwakilan GIdI ke ibukota untuk menemui Ahok.

Tidak dijelaskan kapan pertemuan itu terjadi, hanya disebutkan bahwa pertemuan bertajuk “Kenal Siapa Gereja Pribumi Papua” itu berlangsung di ruang VIP, Kantor Gubernur, Jakarta Pusat.

Tim BPP GIdI terdiri dari 12 orang dipimpin langsung oleh Presiden GIdI, Pdt. Dorman Wandikbo. Sementara itu, Ahok didampingi para asisten, staf khusus dan awak media.

Dalam Tabloid Injili itu diceritakan bahwa di mata gereja GIdI, Ahok adalah sosok yan patriotik, tanpa kompromi dan berani karena benar. Bagi gereja GIdI, nilai dari segi kepemimpinannya saat ini sudah sangat representatif dari nilai-nilai keimanan yang dipercayai umat Kristiani.

Pada kesempatan itu, Pdt Dorman menceritakan latar belakang lahirnya gereja GIdI di masa lalu, perkembangan GIdI saat ini, penginjilan dari Tanah Papua sampai ke seluruh Nusantara termasuk ke Jakarta Pusat hingga ke luar negeri.

Penjelasaan singkat perkembangan GIdI itu ditanggapi serius dan kagum oleh Ahok. “O.. ya, gereja GIdI gereja injili bener ya!” sambil mengangguk-anggukan kepala, mengamininya.

“Kok orang Jakarta melihat Papua dengan mata bisnis, tapi GIdi lihat Jakarta dengan mata rohani,” pungkas Ahok.

Lebih dekat dengan GIDI di Papua

0

Herawati, Senin,  10 Desember 2012  −  21:21 WIB

Pdt Piliyus Biniluk selaku Ketua Sinode GIDI Jilid 2 saat berkotbah. (herawati/koransindo)

Pdt Piliyus Biniluk selaku Ketua Sinode GIDI Jilid 2 saat berkotbah. (herawati/koransindo)

Ajaran GIDI adalah salah satu ajaran umat kristiani di Indonesia yang berpusat di Papua. Uniknya GIDI membabtis umatnya dengan cara menenggelamkan ke dalam air (dalam bahasa yunani Babtiso yang artinya menyelam).

Karena menurut aliran GIDI sebagai tanda mati bersama Kristus dan bangkit secara Kristus. Tak hanya itu, umat yang akan dibaptis juga harus berumur 10 tahun keatas.

Selain pembaptisan, jika seseorang berencana menikah diwajibkan membuat pengakuan dosa bagi orang yang terlanjur sudah melakukan hubungan badan sebelum menikah.

Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) sudah 49 tahun berdiri dan pertama kali dibentuk di Tolikara kabupaten Jayawijaya, namun berpusat di Kota Sentani kabupaten Jayapura. Saat ini, ada 966 jemaat yang beredar di seluruh Indonesia. Selain di Indonesia, ternyata GIDI juga terdapat di Australia, PNG, dan Yerusalem.

Mengenai perjalanan GIDI di Papua sendiri bermula ketika 49 tahun lalu seorang misionaris gereja kema injil (gereja crition mission alliance) membawa firman ALLAH ke Tolikara dan mengenalkan masyarakat disana dengan ajaran GIDI.

Masyarakat Tolikara pun menyambut baik dan memutuskan membuat gereja sendiri. Sebelumnya tiga badan misionaris telah membangun pos-pos keagamaan di pegunungan Papua.

Sehingga berembuklah kepala-kepala suku atau yang disebut ondoafi dan ondofolo untuk membangun gereja pertama Papua bagian pegunungan.

Pendeta Piliyus Biniluk selaku Ketua Sinode GIDI Jilid 2 mengutarakan bahwa Gereja GIDI ini pertama kali di bangun di Tolikara namun dipusatkan di Kota Sentani,

“Gereja GIDI pertama kali lahir di Tolikara dan pusatnya di Tolikara namun cabangnya sangat banyak ada di Grogol, Bali dan lain-lain, bahkan di Australia, PNG, dan Yerusalem juga ada,” ungkapnya kepada SINDO di Papua, Senin (10/12/2012).

Sedangkan untuk Natal tahun ini, tema yang diusung oleh GIDI menyambut Natal tahun ini yaitu “Oh Tuhan, Pulihkanlah Negeri Kami”. Tema tersebut diambil dari kitab 2 Tawarik pasal 7 ayat 14.

Dalam kitab tersebut, yang dimaksud pemulihan adalah setiap pribadi dari pria dan wanita, dan Negeri yang dimaksud yaitu hati setiap manusia karena itulah sumber dari segala-galanya.

Kenapa GIDI mengambil tema tersebut, Pendeta Piliyus mengungkapkan, karena segala yang diperbuat berasal dari hati.

“Sehingga kami berdoa supaya hati kita dipulihkan oleh Tuhan,” tegasnya.

Untuk pelaksanaan Natal sendiri, apa yang dilakukan umat GIDI sama seperti umat Kristiani lainnya, yakni melantunkan musik-musik gereja, KKP, membuat pondok natal, dan jemaat membuat natal masing-masing.

Setiap umat juga melakukan tukaran kado, lomba cerdas cermat Alkitab, dan melakukan Malam Kudus. Menariknya, tiap menyambut Natal ada jemaat yang diberangkatkan ke Israel.

“Tahun ini yang berangkat mewakili umat GIDI berjumlah 70 orang,” katanya.
(ysw)