Bupati Mathius Buka Konferensi GIDI Klasis Cycloop Sentani ke-X

0
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.Th, ketika menyampaikan sambutan dalam kegiatan Konferensi GIDI Klasis Cycloop Sentani ke-X tahun 2017, di Balai Trans Sentani, Rabu (21/6).

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.Th, ketika menyampaikan sambutan dalam kegiatan Konferensi GIDI Klasis Cycloop Sentani ke-X tahun 2017, di Balai Trans Sentani, Rabu (21/6).

PASIFICPos.com – SENTANI – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, membuka Konferensi X tahun 2017 Gereja Injili Di Indonesia (GIDI) Klasis Cycloop Sentani, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (21/6) kemarin siang, di Balai Transmigrasi, Kota Sentani, Kabupaten Jayapura. Pembukaan kegiatan yang menjadi agenda tiga tahunan ini ditandai dengan pemukulan Tifa serta penyematan tanda peserta konferensi.

Usai pembukaan, Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada GIDI Klasis Cycloop Sentani yang menggelar konferensi X tahun 2017 yang direncanakan berlangsung selama lima hari.

Kita memberikan apresiasi untuk (GIDI) Klasis Cycloop yang hari ini (kemarin) bisa menyelenggarakan konferensi X. Ya, menurut saya ini penting untuk bagaimana perjalanan gereja sampai saat ini dan juga bagaimana rencana kedepan, ujarnya ketika dikonfirmasi wartawan usai membuka kegiatan Konferensi X Tahun 2017 GIDI Klasis Cycloop Sentani, Rabu (21/6) kemarin.

Mereka mengevaluasi dan juga mereka melihat, tadi (kemarin) kita sudah  memberikan beberapa hal atau arahan untuk bagaimana gereja harus menggumuli tantangan kita yang cukup serius. Karena itu, momen ini penting untuk merumuskan hal-hal tersebut, sambung dia.

Diharapkan, konferensi ini menghasilkan sesuatu yang lebih baik untuk diterapkan dalam kegiatan dan memberikan motivasi kepada seluruh jemaat gereja. Selain itu, kata Bupati Mathius, pemerintah tidak bisa jalan sendiri, karena harus merangkul berbagai pihak baik gereja dan agama-agama yang lain. Tapi, juga pihak adat supaya bersama-sama membangun daerah ini.

Melalui kegiatan konferensi ini, Bupati Mathius juga mengajak seluruh jemaat GIDI untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Jayapura. Menurutnya, saat ini perbedaan yang ada di Bumi Khenambay Umbay (sebutan Kabupaten Jayapura) dengan keberagaman suku, budaya, adat dan agama harus dapat dimanfaatkan sebagai sebuah pondasi dalam membangun daerah.

Ia menilai, sejauh ini dengan perbedaan yang terjadi tidak menimbulkan konflik yang dapat mengganggu kestabilan pembangunan dan kondisi ini harus dipertahankan terus demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Kita bersyukur kabupaten ini terus kita jaga aman dan terkendali, juga itu karena doa-doa mereka yang terlibat luar biasa dalam proses pembangunan di Indonesia dan kontribusi dari gereja-gereja itu sangat besar sekali. Oleh karena itu, pemerintah wajib untuk membangun kemitraan dan hadir untuk bersama-sama guna memberikan penguatan-penguatan terhadap satu sama lain, tegas Mathius.

Hanya itu yang kita bisa lakukan dalam rangka kemitraan-kemitraan yang kita bangun ini. Kita berdoa mudah-mudahan konferensi ini bisa berlangsung baik dan menghasilkan keputusan-keputusan yang penting untuk masa depan gereja, namun juga untuk masa depan bangsa maupun daerah ini, tukasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Konferensi, Ev. Nelius Suhuniap, S.Th, mengatakan tujuan konferensi Klasis Cycloop Sentani ke-X ini adalah memiliki tiga tujuan diantaranya, pertama merencanakan dan sekaligus menetapkan hasil-hasil keputusan dalam melaksanakan keputusan rapat konferensi tertinggi di tingkat klasis, mengesahkan hasil-hasil keputusan menjadi program kerja dari badan pengurus yang baru (terpilih) untuk periode 2017-2020.

Kedua, lanjut Ev. Nelius yang juga Gembala Jemaat GIDI Bukit Tabor ini menyampaikan, berhubung badan pengurus GIDI Klasis Cycloop Sentani akan berakhir pada tahun 2017 ini, sehingga pihaknya akan melakukan pemilihan untuk badan pengurus yang baru periode 2017-2020 berdasarkan nama-nama calon yang sudah masuk pada pelaksanaan konferensi ini.

Ketiga, mengesahkan dan sekaligus melantik badan pengurus yang baru periode 2017-2020 pada tanggal 25 Juni 2017 mendatang.
Kita akan lantik badan pengurus yang baru pada tanggl 25 Juni nanti. Kegiatan konferensi yang merupakan agenda tiga tahunan ini akan berlangsung selama lima hari mulai dari tanggal 21-25 Juni 2017 mendatang, tandasnya.

Naman-nama calon yang sudah masuk untuk dipilih sebagai badan pengurus yang baru periode 2017-2020, yakni calon ketua (tunggal) adalah Pdt. Reinhard Ohee, S.Th, sedangkan untuk calon wakil ketua ada tiga nama yaitu Ev. Nelius Suhuniap, S.Th, Pdt. Tiban Wonda dan Pdt. Roberth Imbiri, untuk calon sekretaris ada satu nama dan untuk calon bendahara ada tiga nama yang sudah masuk untuk dipilih sebagai badan pengurus baru periode 2017-2020.

Sukseskan konferensi wilayah Bogo, Ketua DPRD Mamteng bantu Rp100 Juta

0
Ketua DPRD Kabupaten Mamberamo Tengah, Berius Kogoya, S.Th menyerahkan bantuan yang diterima Ketua Klasis GIDI Wilayah Bogo, Pdt. Gad Yikwa – Jubi/IST

Ketua DPRD Kabupaten Mamberamo Tengah, Berius Kogoya, S.Th menyerahkan bantuan yang diterima Ketua Klasis GIDI Wilayah Bogo, Pdt. Gad Yikwa – Jubi/IST

Kelila, JubiJanji Ketua DPRD Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng), Berius Kogoya, S.Th untuk mendukung kegiatan Konferensi Gereja GIDI Wilayah Bogo akhirnya direalisasikan.

Dalam kunjungannya ke jemaat Kiyume, Klasis Kira Wilayah Bogo, Distrik Kelila Kabupaten Mamberamo Tengah, Minggu (23/4/2017), Ketua DPRD Berius Kogoya berkesempatan menyerahkan bantuan dana segar sebesar Rp100 juta yang diterima Ketua Klasis Wilayah Bogo Pdt. Gad Yikwa sebelum dilanjutkan kepada ketua panitia Hengki Yikwa.

Selain menyerahkan bantuan uang secara tunai, Ketua DPRD Berius Kogoya juga menyerahkan  5 unit mesin babat, parang dan 3 jeriken bensin untuk menunjang kerja panitia.

Berius mengatakan bantuan yang diberikan ini tidak lain untuk ikut membantu kerja panitia dalam menyiapkan kegiatan besar keagamaan seperti Konferensi Wilayah Bogo ini. “Ini merupakan berkat Tuhan sehingga kita kembalikan juga kepada Tuhan sebagai pemilik berkat itu,” ujarnya.

Berius meminta panitia untuk tidak melihat dari besar kecilnya sumbangan. Namun apa yang dilakukan itu sebagai bentuk kepedulian demi suksesnya konferensi ini. “Saya berharap bantuan ini bermanfaat untuk menunjang kerja kepanitian dalam menyukseskan Konferensi Wilayah Bogo,” ucapnya.

Berius yakin apa yang masih menjadi kekurangan dalam persiapan Konferensi Wilayah Bogo akan dilengkapi oleh Tuhan. “Ini pekerjaan Tuhan, sebagai orang percaya kita harus yakin itu,” katanya.

Berius yang juga kader Gereja Injili Di Indonesia ini mengajak seluruh kader GIDI yang ada di Mamberamo Tengah khususnya, maupun di Yalimo, Tolikara, Lani Jaya, Yahukimo, Jayawijaya untuk mendukung penuh dan mensukseskan Konferensi GIDI Klasis Bogo.

Berius mengatakan, sumbangan tidak harus dalam bentuk uang semata. Namun bisa juga dalam bentuk ide, gagasan, tenaga, maupun barang. “Mari berkat yang kita miliki, berapa pun itu, kita sumbang untuk kelacaran kegiatan konferensi,” ucapnya.

Ketua Panitia, Hengky Yikwa menyampaikan terima kasih kepada kepada Ketua DPRD yang sudah membantu panitia demi suksesnya pelaksanaan Konferensi Wilayah Bogo nantinya.

Hengky menegaskan, panitia akan bekerja dengan baik memanfaatkan anggaran yang ada ini sesuai dengan kebutuhan masing-masing seksi untuk kegiatan nantinya bisa berjalan dengan lancar.

Ia mengakui walau Konferensi Wilayah Bogo bergeser dari jadwalnya yakni tanggal 15 Mei ke 25 Mei karena ada pemilu ulang di Tolikara. Namun hal itu tidak mempengaruhi persiapan panitia.

“Soal persiapan, saat ini sudah 80 persen baik dalam menyiapkan ruang sidang, ruang makan, termasuk pembangunan rumah tamu yang saat ini sedang dikerjakan,” ujarnya. (*)