Pemuda Klasis Goyage Seminarkan Hasil Konferensi ke-5 Pemuda GIDI Pusat

0

KARUBAGASUARAPAPUA.com— Badan Pengurus Pemuda Klasis Goyage seminarkan hasil konferensi ke-5 Pemuda GIDI kepada ketua-ketua pemuda gereja, ketua sekolah minggu serta hamba-hamba Tuhan, jemaat dan satu pos Pekabaran Injil (PI) di klasis Goyage, wilayah Toli, Papua.

Ev. Wendamur Wenda, Salah satu Pemateri  sekaligus Pengurus Pemuda Klasis Goyage kepada suarapapua.com mengatakan, materi yang ia sampaikan lebih menyoroti tentang penyelamatan umat Tuhan yang belum menerima kabar Baik. Karena itu merupakan tanggungjawab semua pemuda-pemudi untuk meneruskan sisa pelayanan orang tua.

“Orang tua saat itu melakukan pelayanan apa adanya, namun membawa injil kepada teman-teman kita, kuasa Tuhan benar-benar menyertai sehingga penginjilan dapat terjangkau dengan baik,” katanya  pada Senin (28/8/2017) di Karubaga, Tolikara, Papua.

Ia menjelaskan, dirinya bersama beberapa teman utusan klasis Goyage yang hadir di  Konferensi Pemuda GIDI di Sentani, selaku pengurus Pemuda Klasis, membagikan hal-hal yang dibahas dalam konfrensi itu kepada teman-teman pimpinan pengurus  empat Pemuda Dewan serta pengurus pemuda 13 Gereja serta 1 Pos PI melalui seminar sehari.

Selain seminar sehari, kata Wenda, pihaknya bersama teman-teman pengurus Pemuda Dewan serta pemuda Jemaat telah meneyepakati untuksampaian materi pada Ibadah gabungan Klasis.

“Itu akan dilakukan dalam dua kelompok, diantaranya Dewan Kualipura dengan Dewan Kilugi dan Dewan Geya dengan Dewan Yaguli. Pimpinan Klasis juga baru baptis pemuda-pemudi sehingga akan bawa mereka dalam ibadah gabungan, agar kegiatan kepemudaan selalu terisi terus dan tidak berikan waktu sedikit pun kepada Iblis,” ujarnya.

Ia berharap para peserta yang hadir dapat memperlajari, memahami dan mencerna semua materi yang disampaikan pemateri dalam seminar.

“Kami berharap supaya para peserta dapat mempelajari dengan baik semua materi yang kami sampaikan agar mereka sampaikan juga kepada semua Jemaat Tuhan. Sehingga dapat mewujudkan pemuda GIDI yang berkarakter Kristus dan menjadi saluran terang injil dalam diri kita, keluarga, serta sesama kita semua,” harapnya.

Seminar yang digelar tersebut bertujuan untuk sosialisasikan hasil konferensi ke-5 Pemuda Gereja GIDI Pusat yang sudah digelar pada 19-22 Juli lalu di Sentani, Jayapura, Papua.

Ralat: Berita ini judul sebelumnya adalah Pemuda Klasis Goyage Gelar Seminarkan Hasil Konferensi ke-5 Pemuda GIDI Pusat. Kami ralat judul menjadi: Pemuda Klasis Goyage Seminarkan Hasil Konferensi ke-5 Pemuda GIDI Pusat. Redaksi meminta maaf kepada pemirsa Suara Papua untuk ralat judul berita ini.

Pewarta: Nay Yigibalom

Editor: Arnold Belau

Sumber: http://suarapapua.com 

Gereja diresmikan, Jemaat Eklesia Basal, Korupun pesta rakyat

0
Tampak depan bangunan Gereja GIDI Jemaat Eklesia Basal di Korupun. – Jubi/Dok. Yosua

Tampak depan bangunan Gereja GIDI Jemaat Eklesia Basal di Korupun. – Jubi/Dok. Yosua

Yahukimo, Jubi Masyarakat distrik Korupun, khususnya Jemaat Eklesia Basal, Gereja Injili Di Indonesia (GIDI), di Kabupaten Yahukimo, kini bergembira setelah menantikan selama hampir empat tahun untuk berdirinya sebuah gereja permanen di pedalaman tersebut.

Ketua panitia pembangunan dan peresmian gereja GIDI Jemaat Eklesia Basal, Yosia J. Busup, S.Sos, pada Jumat (30/6/2017), mengatakan wujud kegembiraan jemaat dan hampir seluruh masyarakat di Korupun adalah dengan melangsungkan pesta rakyat sebagai bentuk syukuran selama dua hari berturut-turut—mulai 18-19 Juni lalu.

“Kami bersyukur dan rayakan dengan pesta rakyat selama dua hari,” kata Yosia, “Hari pertama, bakar batu babi 150 ekor, hari kedua 50 ekor,” jelasnya kepada Jubi.

Ratusan ekor babi tersebut merupakan sumbangan sukarela dari beberapa pihak termasuk masyarakat. Babi bernilai tinggi bagi sebagian besar masyarakat pedalaman Papua dan acapkali digunakan sebagai persembahan dalam pesta.

Yosua menjelaskan, bangunan gereja yang terbuat dari setengah beton dan kayu tersebut berukuran 9×12 meter persegi. Meski kepanitiaannya dibentuk pada 2011, namun pegerjaannya baru dapat dilakukan per 2013, oleh tenaga yang terbatas.

“Tukangnya hanya satu orang dan dibantu enam orang dari anggota jemaat. Hanya mereka yang kerja,” ujarnya.

Pembangunan gereja yang menghabiskan dana lebih dari Rp1,1 miliar itu, awalnya dilakukan dengan peralatan sederhana seperti tas noken sebagai pengganti gerobak untuk membawa batu dari kali, hingga berdatangan peralatan dari kota.

“Selain yang kerja sedikit, pekerjaan terkadang stop karena sakit, atau cuaca juga. Lalu peralatan dan transportasi yang sulit dari kota ke distrik. Hal seperti itu yang buat jadi lama,” jelas Yosua.

Untuk diketahui, distrik Korupun berada di pedalaman kabupaten Yahukimo dan hanya bisa ditempuh dengan pesawat kecil, sejenis Pilatus Advent, dari kota Dekai dan Sentani.

“(Gereja) yang lama hanya dari kayu dan kecil, kadang jemaat lain duduk di luar. Tapi sakarang jemaat senang karena gereja permanen dan lebih luas jadi semua bisa masuk di gereja,” ucap Yosua.

Yosua, mewakili seluruh panitia dan jemaat, menyampaikan, “Terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan gereja ini, diantaranya Bupati Yahukimo, Ketua DPRD Yahukimo, Ketua PKK Yahukimo, Tony Uk, SH (anggota DPRD Dapil 4), Kepala Distrik Korupun, serta seluruh masyarakat.”

Toni Uk, Anggota DPRD dari Dapil 4, turut menyumbang sejumlah bahan pokok dan dua ekor babi. Wakil rakyat yang juga kader GIDI itu memaknai dalam sumbangan tersebut.

“Bantuan ini saya berikan sebagai persembahan dan perpuluhan, jangan dilihat nilainya,” ucapnya. “Saya sebagai anak gereja, kita berangkat dari gereja dan orang tua saya terima Injil di daerah ini (Korupun). Jadi, kita wajib mendukung pembangunan gereja dan jemaat, menjadi dewasa dalam keimanan,” ucap anggota komisi A tersebut.

Terpisah, Bupati Abock Busup, MA, menyatakan, sesuai visi dan misi, pemerintahannya akan selalu mendukung program-program keagamaan di wilayahnya, termasuk kegiatan gerejawi.

“Kepemimpinan kami mendukung program jemaat karena melalui itu jemaat bisa datang beribadah dan melayani Tuhan. Kami juga memimpin penuh pembangunan Gereja, ini susuai dengan visi dan misi kami,” kata Bupati.

Sementara itu, Ketua Wilayah GIDI Yahukimo Pdt. Menas D. Mirin, S.Th mengapresiasi seluruh jemaat yang turut ambil bagian dalam pembangunan tersebut, dan berpesan, “Terlebih penting adalah Jemaat bisa percaya Yesus dan menerima Dia secara pribadi lalu membangun bait Allah…karena membangun tubuh Kristus yang lebih penting,” katanya. (*)