Agama : Antara Doktrin Dan Hukum Alam Semesta

0

Agama : Antara Doktrin Dan Hukum Alam Semesta

Doktrin — berasal dari kata latin Latin: “doctrīna” artinya teaching, pengajaran. Bandingkan dengan kata “doctor” arti harfuahnya: “teacher.”

Doktrin: menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia — adalah ajaran (tentang asas-asas suatu aliran politik, keagamaan, pendirian segolongan ahli ilmu pengetahuan, keagamaan, ketatanegaraan) secara bersistem.

Jadi secara singkat doktrin adalah ajaran yang tersistem dan dipercaya oleh penganutnya.

Sementara apa yang saya maksud sebagai hukum alam semesta disini adalah segala sesuatu yang secara alamiah menjadi system dan bekerja tanpa kompromi seperti hukum gravitasi, hukum tabur tuai, dan berbagai hukum lain yang berlaku dalam tingkat social maupun daya alam.

Semenjak manusia hidup dalam planet ini, manusia telah mempercayai keberadaan suatu sosok mahakuasa yang disebut “TUHAN” yang juga disebul sebagai sang pencipta, sang maha esa.

Memang benar bahwa sulit untuk membuktikan keberadaan Tuhan, tetapi lebih sulit untuk membuktikan ketiadaan Tuhan. Jadi, tujuan dari artikel ini bukan untuk membuktikan ada atau tidaknya Tuhan, tetapi sekedar membuka mata agar kita tidak berada dalam kehidupan doktrin yang telah menjadi agama rutinitas.

Jangan membunuh, jangan mencuri diakui seluruh umat didunia sebagai hukum yang bertentangan dengan kehendak “TUHAN”, juga atheis sekalipun mengakuinya sebagai perbuatan tidak benar, mengapa?

Menjawab pertanyaan “mengapa?” dari setiap ajaran agama adalah hal paling penting untuk mengenali sosok “Tuhan” dan kemanusiaan sejati. Anda bisa saja saat ini mengundang orang yang paling kau benci untuk makan bersama dengan sopan santun dan kasih sayang palsu sambil menghidangkan makanan beracun kepada dirinya. Kebaikan yang terlihat bukanlah patokan kebaikan, motif atau “mengapa melakukannya?” menjawab segalanya.

Jika kita kembali ke 2000 tahun silam, setiap suku bangsa memiliki “TUHAN” dan agamanya masing-masing, hingga memasuki abad 21 ini, dunia didominasi beberapa agama dengan sosok “TUHAN”nya yang juga berbeda-beda.

Jika hanya ada satu “TUHAN”, maka agama yang lainnya adalah doktrin berdasarkan keluhuran tempat agama lahir.

Untuk menemukan jawabannya, si “HUKUM ALAM” akan menuntun kita.

“HUKUM ALAM SEMESTA” tidak pernah kompromi. Untuk kebaikan dunia ini, maka kehidupan social manusia harus dilandasi pemahaman akan hukum alam semesta sosial.

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, hukum alam juga berlaku dalam kehidupan social, misalnya dalam hukum Newton dikenal hukum aksi-reaksi dalam kehidupan social pun dikenal hukum aksi reaksi J u know it!

Dalam tujuan menciptakan dunia yang damai sejahtera, ajaran agama harus selaras dengan hukum alam. Hukum agama yang tidak selaras dengan hukum alam adalah doktrin semata yang berpotensi merusak keselarasan.

Hukum gravitasi berlaku untuk siapapun, demikian juga dengan hukum Tarik menarik, hukum tabur tuai.

Ketika agama memberi izin membunuh atau terorisme atau kebencian seperti yang sudah terjadi dalam sejarah, hukum alam yang dilanggar mendatangkan resiko negative seperti kekacauan dan ketidakdamaian, ketika manusia mempercayai dengan mentah-mentah suatu doktrin yang dibungkusi plastic agama, wajah dunia berubah menjadi merah.

Jika tidak ingin terjatuh dan tewas dari gedung setinggi 200 meter, sebaiknya mengunakan parasut atau jangan melompat. Dalam pencarian kedamaian dunia, memahami hukum alam semesta akan mengarahkan kita mencapai tujuan.

 

Menaati ajaran agama tanpa kepahaman akan “mengapa” akan membuat kita tersesat suatu waktu. Dengan tersedianya banyak agama , taatilah agama yang mengajarkan ajaran yang tidak bertentangan dengan hukum alam semesta, taatilah ajaran yang berpotensi mendatangkan damai di dunia.

Dalam pandangan ini, pengalaman spritual berbeda dengan peperangan doktrin di dalam pikiran manusia. Kisah-kisah religi memang mengisahkan banyak kisah yang berkaitan erat dengan spritualisme, namun kita musti mengujinya kembali karena mitologi Yunani pun mengisahkan banyak kisah spritual dan telah dipercaya ribuan tahun pula.

Jadi keberadaan agama memang sangat penting, namun Tuhan itu hanya satu, dan banyak ajaran agama telah menawarkan tuhannya masing-masing, tentu hanya ada satu yang benar-benar Tuhan.

Pohon dikenal dari buahnya, jika sumber ajaran yang kita anut baik dan damai, maka penganutnya pun pasti membuahkan kebaikan dan kedamaian.
‘Ilmu tanpa agama buta, agama tanpa ilmu lumpuh’Albert Einstein

Sumber: http://www.cnhblog.com/

Franklin Graham Dukung Kebijakan Trump

0
Penginjil dari Billy Graham Evangelistic Association, Franklin Graham. (Foto: gospelherald.com)

Penginjil dari Billy Graham Evangelistic Association, Franklin Graham. (Foto: gospelherald.com)

NORTH CAROLINA, SATUHARAPAN.COM – Penginjil dari Billy Graham Evangelistic Association, Franklin Graham mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia mendukung pemeriksaan ulang pandangan dari imigran atau pengungsi yang ada di Amerika Serikat (AS) tentang kebebasan dan kemerdekaan.

Franklin Graham juga menyatakan Hukum Islam tidak dapat sejalan dengan Konstitusi Amerika Serikat (AS).

“(Jika mereka ingin diterima di AS), maka falsafah hidup mereka tentang kebebasan dan kemerdekaan seharusnya sejalan dengan kita (Amerika Serikat),” kata Graham, hari Selasa (31/1).

Graham pernah mengatakan hukum syariah bertentangan dengan hukum di AS. Pada bulan Juli 2015, Franklin Graham pernah mengusulkan larangan Muslim memasuki AS, kala itu dia mengatakan AS diserang oleh kekuatan jahat.

Saat ini banyak pendeta di AS harus berhati-hati dengan cara berkhotbah saat kebaktian di hari Minggu, karena mereka khawatir akan mendapat pengaruh pandangan politik.

Pendeta dari First Baptist Dallas, Robert Jeffress adalah sosok pendukung fanatik Trump. Dia mengatakan kepada sebuah acara televisi bernama “Fox and Friends” dengan menjelaskan Trump adalah sosok yang memenuhi tanggung jawab yang diberikan Allah untuk melindungi Amerika Serikat.

Sementara itu pendapat berbeda dikemukakan Scott Arbeiter, kepala World Relief – sebuah organisasi kemanusiaan dari National Association of Evangelicals – yang mengurus tentang imigran mengatakan pihaknya percaya kepada keamanan Amerika Serikat.

“Kami percaya pada pemeriksaan yang hati-hati di imigrasi. Kami tidak berpikir penghentian imigrasi adalah reaksi yang tepat,” kata Scott Arbeiter.

“Mereka (imigran) adalah orang-orang yang menghindar dari terorisme, sebagai bangsa kita mencoba untuk menghentikan terorisme,” kata dia.

Sementara itu di gereja evangelis yang menampung pengungsi, Johnson Ferry Baptist Church di Marietta, Georgia, seorang pendeta yang tidak disebut namanya berdoa dalam sebuah kebaktian agar banyak jemaat yang terdorong menjadi keluarga angkat bagi pengungsi Suriah yang berada di gereja tersebut.

Pendeta tersebut juga berdoa kepada Tuhan untuk memberikan hikmat kepada Trump agar mengeluarkan kebijakan yang dapat melindungi hak hidup bagi imigran, bahkan bagi yang masih dalam kandungan.  (abc11.com)

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum

Ahok: Saya Bukan Kafir, Terima Yesus Adalah Hak Saya

0

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM – Gubernur non aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjalani sidang ketujuh atas kasus dugaan penodaan agama yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, hari Selasa (24/1).

Sidang kali ini disuguhi pemandangan menarik tatkala saksi pelapor, Muhammad Asroi Saputra, usai memberikan kesaksian.

Ahok menyatakan keberatan atas kesaksian Asroi yang menganggap pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu telah menyakiti umat Islam sedunia. Selain itu, Ahok juga keberatan dengan tafsir surat Al-Maidah ayat 51 yang disampaikan oleh Asroi.

“Saya juga keberatan saudara saksi begitu ngomong Pancasila dan (pemeluk) agama lain, seolah-olah (pemeluk) agama lain bisa keberatan. Namun, satu pihak saksi mengatakan dan mengakui di luar mengucapkan kalimat syahadat, agama lain kafir. Saya keberatan,” kata Ahok.

Di sisi lain, Ahok merasa keberatan dengan pernyataan Asroi tentang dirinya yang menyebut surat Al-Maidah berbohong.

“Terakhir, saya percaya Yesus Tuhan bukan kafir. Saya keberatan Anda menganggap saya kafir, saya bertuhan dan saya terima Yesus adalah Tuhan dan hak saya di negeri Pancasila, saya berhak menjadi apa pun di republik ini,” kata Ahok.

Seperti yang dilansir dari kompas.com, Asroi, setelah menyampaikan kesaksiannya dan mendengarkan keberatan dari Ahok menyalami majelis hakim, dia menghampiri dan menyalami Ahok .

Asroi pun mencoba memeluk Ahok, kemudian Ahok menegaskan dia bukanlah orang kafir seperti yang dituduhkan sebelumnya.

“Saya bukan kafir,” kata Ahok sambil menggelengkan kepalanya.

Asroi hanya tersenyum. Kemudian, adik Ahok yang juga bertindak sebagai anggota kuasa hokum Ahok, Fify Lety Indra, berusaha untuk menenangkan sang kakak dengan memegang pundaknya.

 

Editor : Diah Anggraeni Retnaningrum

Korban Pengeboman Gereja Mesir Bertambah Jadi 26

0
Ilustrasi: Warga Kairo, Mesir menyalakan lilin sebagai solidaritas pada korban serangan bom teror di gereja Koptik di Kairo pada hari Minggu (11/12) ketika sedang berlangsung ibadah. (Foto: Dok satuharapan.com/Al Ahram)

Ilustrasi: Warga Kairo, Mesir menyalakan lilin sebagai solidaritas pada korban serangan bom teror di gereja Koptik di Kairo pada hari Minggu (11/12) ketika sedang berlangsung ibadah. (Foto: Dok satuharapan.com/Al Ahram)

KAIRO, SATUHARAPAN.COM – Jumlah korban tewas dalam tragedi pengeboman di sebuah gereja Koptik di Kairo pada akhir pekan lalu bertambah menjadi 26, setelah seorang wanita lanjut usia meninggal akibat lukanya, kata Kementerian Kesehatan Mesir pada Jumat (16/12).

Odette Saleh Mikhail (70) berada dalam kondisi kritis setelah serangan pada Minggu lalu dan sudah menjalani tiga operasi, kata Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan.

Dugaan serangan bom bunuh diri dalam misa di gereja Santo Petrus dan Paulus merupakan yang paling mematikan yang menargetkan minoritas Kristen Koptik Mesir belakangan ini.

Sebanyak 23 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, tiga dari mereka juga dalam kondisi kritis, kata Kementerian Kesehatan, dan sebagian besar korban tewas adalah perempuan.

Kelompok ekstremis Islamic State (ISIS) mengaku sebagai dalang di balik serangan tersebut.

Pihak berwenang Mesir sedang memerangi pemberontakan Islamis yang dipimpin oleh afiliasi lokal ISIS, yang terutama aktif di Provinsi Sinai Utara di wilayah timur negara itu.(AFP/Ant)

Editor : Sotyati

Franklin Graham Serukan Umat Kristen Dunia Doakan Ahok

0
Penginjil dari Billy Graham Evangelistic Association, Franklin Graham. (Foto: gospelherald.com)

Penginjil dari Billy Graham Evangelistic Association, Franklin Graham. (Foto: gospelherald.com)

SATUHARAPAN.COM – Pendeta dan Penginjil dari Billy Graham Evangelistic Association, Franklin Graham, menyerukan umat Kristen di seluruh dunia untuk bersatu dalam doa untuk gubernur DKI Jakarta yang saat ini nonaktif karena menjalani kampanye, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saat ini menghadapi tuduhan penghinaan agama.

Menurut New York Times yang dikutip ulang Gospel Herald, pada hari Rabu (14/12) dengan mengutip dari fanpage facebook Franklin Graham, putra dari penginjil Billy Graham, menyerukan umat Kristen di seluruh dunia untuk berlomba-lomba memberi dukungan kepada Ahok.

“Kita perlu berdoa untuk gubernur Jakarta beragama Kristen, Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama, yang diadili karena apa yang disebut sebagai penghujatan, yang konyol,” kata  Graham.

“Dia adalah gubernur pertama non-Muslim dari ibu kota Indonesia. Berbagai tuduhan dialamatkan kepadanya karena dia adalah seorang Kristen,” kata dia.

“Ini adalah penganiayaan yang terjadi di seluruh dunia, mari kita berdoa untuk orang ini dan keluarganya,” kata dia.

Dalam Gospel Herald dijelaskan bahwa Basuki Tjahaja Purnama merupakan laki-laki asal etnis Tionghoa dan pemeluk Kristen pertama dalam 50 tahun menahkodai ibu kota Indonesia tersebut.

Ahok, menurut New York Times yang dikutip ulang Gospel Herald, dituduh melakukan pelanggaran undang-undang penistaan agama saat memberikan kata sambutan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada September 2016.

Ahok telah membantah tuduhan penistaan agama, dan mengatakan ucapannya tersebut ditujukan untuk politikus yang bersikap tidak benar dengan menggunakan ayat Alquran terhadap dirinya.

Jaksa penuntut mengatakan Ahok melakukan penghinaan terhadap Islam dengan menyalahgunakan ayat tersebut dalam rangka meningkatkan dukungan publik menjelang pemilihan gubernur, menurut BBC yang dikutip ulang Gospel Herald.

Penginjil berusia 64 tahun tersebut menambahkan bahwa The Billy Graham Evangelistic Association akan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) “World Summit in Defense of Persecuted Christians” atau Pertemuan Dunia untuk Umat Kristen Teraniaya di Washington DC, pada 10-13 Mei 2017.

Pertemuan tersebut dihelat dalam rangka mengekspos masalah ini dan untuk membantu mendidik para politikus di Washington DC dan kepada publik di Amerika Serikat tentang penganiayaan yang terjadi terhadap Kristen di seluruh dunia. (gospelherald.com)

==================

We need to pray for the Christian governor of Jakarta, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, who is on trial for what the Muslim’s are calling blasphemy, which is ridiculous. He’s the first non-Muslim governor of the Indonesian capital in more than half a century. They’re coming after him because he’s a Christian. Hard line Muslim groups have organized protests against him and some have even called for him to be lynched. This is the kind of persecution that is going on around the world in countries that are controlled by Islam. Pray for this man and his family.

The Billy Graham Evangelistic Association is holding the World Summit in Defense of Persecuted Christians in Washington, DC, May 10-13, 2017, to expose this issue and to help educate the politicians in Washington and the American public to persecution happening around the world.

Some analysts see the case as an effort to incite ethnic and religious hatred against Basuki Tjahaja Purnama, who is ethnic Chinese and Christian.
nytimes.com|By Joe Cochrane

Rapat BPL GIDI ke-53, 90 persen mimbar GIDI berbahasa daerah

0

Nabire, Jubi – Presiden Gereja Injili Di Indonesia (GIDI), Pendeta Dorman Wandikbo, mengatakan sebagian besar gereja GIDI di Tanah Papua masih menggunakan bahasa daerah dalam menyampaikan firman Tuhan.

“90 persen mimbar GIDI masih pakai bahasa daerah. Dan, sisanya 10 persen, mimbar gereja pakai bahasa Indonesia. Jadi, (buku-buku penafsiran Alkitab berbahasa Lani) ini memang kebutuhan jemaat,” kata Pdt. Dorman Wandikbo kepada Jubi, menanggapi laporan dari wilayah Yamo, dalam rapat Badan Pekerja Lengkap (BPL) GIDI ke-53 di Nabire, Selasa (29/11/2016).

Pimpinan Badan Pekerja Pusat (BPP) GIDI itu menjelaskan saat ini GIDI memiliki 6.000 pendeta. Dari jumlah itu, sebanyak 4.000 pendeta yang melayani diberbagai daerah pelosok di Tanah Papua masih menggunakan bahasa daerah, “hampir semua dalam bahasa Lani,” jelasnya. Gereja yang disebut lahir dari misionaris orang asli Papua itu, hingga kini melayani dengan 52 bahasa di seluruh Indonesia.

Perpustakaan berbahasa Lani

Yamo, satu dari delapan wilayah penginjilan Gereja Injili Di Indonesia, yang berada di Wamena barat, akhirnya memiliki perpustakaan baru, Perpustakaan Penafsiran Alkitab Bahasa Lani. Seperti namanya, perpustakaan ini mengoleksi dan menerbitkan buku-buku tentang cerita dalam Alkitab yang ditafsirkan dalam bahasa Lani.

Ia memiliki sekurangnya 20 judul buku dan telah menerbitkan sedikitnya 1000 buku per judul dalam setahun.

Ia memiliki sekurangnya 20 judul buku dan telah menerbitkan sedikitnya 1000 buku per judul dalam setahun.

“Kami sudah punya Perpustakaan Tafsiran Alkitab,” kata Evanjelis Gandius Enumbi saat melaporkan program penginjilan dan pemuridan dihadapan ratusan penginjil lain dan pimpinan rapat BPL, Senin (28/11/2016).

Perpustakaan Penafsiran Alkitab Bahasa Lani tersebut mulai dibangun pada 2014 dan baru diresmikan pada 16 Oktober 2016, di kota Mulia, Puncak Jaya. Perpustakaan itu kini sudah dipenuhi dengan ribuan buku penafsiran Alkitab yang ditulis dalam bahasa Lani, yakni bahasa daerah yang digunakan oleh sebagian besar penduduk Wamena, khususnya dari wilayah bagian barat.

Evanjelis yang juga guru Alkitab di Mulia itu mengatakan kehadiran perpustakaan itu menjadi media yang sangat baik dalam mendukung program wilayah Yamo dalam menjalankan pelayanan khususnya bagi para penginjil dan calon penginjil yang masih bersekolah di Sekolah Alkitab Mulia.

“Tujuan terutama untuk menjadi pegangan guru-guru Alkitab, kemudian pegangan bagi siswa Alkitab. Ini juga menjadi pedoman bagi hamba Tuhan dalam pelayanannya di gereja. Karena masyarakat umumnya masih bicara dalam bahasa Lani,” ujar Ev. Gandius Enumbi, yang juga Sekretaris Wilayah Yamo kepada Jubi.

Menurut Ev. Gandius, mengaku dirinya jadi lebih memahami maksud penjelasan dalam Alkitab ketika membaca buku tafsiran berbahasa Lani. Hal yang sama juga dirasakan oleh siswa Alkitab yang diajarnya dan jemaat dalam pelayanannya.

“Buku ini sangat membantu karena dulu kita hanya punya Alkitab bahasa Lani, tapi sekarang sudah ada buku-buku penafsiran jadi ini tolong kami lebih mengerti,” kata guru itu.

Buku-buku tafsiran mulai dibuat tahun 1997 oleh Pendeta Leon Dellinger. Ia seorang pendeta dan misionaris dari UFM atau saat ini dikenal sebagai Cross World.

Ev. Gandius mengatakan, penyempurnaan buku dalam bahasa Lani melibatkan sebuah tim yang terdiri dari Pdt. Inenik Tabuni, Ev. Yosep Wonda, Pdt. Telius Wonda, termasuk dirinya.

Ev. Gandius mengatakan, penyempurnaan buku dalam bahasa Lani melibatkan sebuah tim yang terdiri dari Pdt. Inenik Tabuni, Ev. Yosep Wonda, Pdt. Telius Wonda, termasuk dirinya.

“Setiap tahun, kami terbitkan 1000 buku per judulnya. Dan, sekarang ini kami sudah punya sekitar 20 buku tafsiran Alkitab bahasa Lani,” katanya.

Sekretaris wilayah Yamo itu menambahkan, perpustakaan itu juga mengoleksi beberapa buku tambahan seperti buku Doktrin Alkitab, Sejarah Gereja, Etika Kristen, Pemuridan, Konkordansi Alkitab (tentang cara cepat mencari ayat atau judul dalam Alkitab). (*)

Berikut dafar Buku-buku yang telah ditafsirkan ke dalam bahasa Lani.

Perjanjian Lama:
1. Buku Kejadian dan Ayub,
2. Buku Kitab Taurat Keluaran-Ulangan,
3. Yosua-Ruth,
4. I dan II Samuel – I dan II Tawarikh.
5. Mazmur-Pengkotbah,
6. Esra, Nekemia, Ester, dan Agai Sakaria Maleyakhi
7. Yesaya dan Hosea-Sefanya.
8. Yeremia-Yeheskiel.

Perjanjian Baru:
1. Buku Kehidupan Yesus 1
2. Buku Kehidupan Yesus 2
3. Buku Kehidupan Yesus 3
4. Buku Kisah Rasul-I dan II Korintus
5. Buku Galatia-Filemon
6. Ibrani- I,II,III Yohanes
7. Kitab Daniel dan Wahyu.

Israel Akan Bantu Kristen Jikwa Umat FPI Menyerang Kristen di Indonesia

0

Friday, November 18, 2016, Berita Terbatas

Tragedi Tolikara yang dimulai dari serangan jamaah shalat Idul Fitri pada Jumat, 17 Juli 2015 menorehkan luka baru pada sejarah bentrokan Islam-Kristen. Akibat serangan itu, Umat Islam di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara tidak mampu berbuat banyak. Tidak ada serangan balasan, meski 70 rumah kios beserta sebuah Masjid hangus terbakar.

Namun, tragedi itu menguak hakikat Gereja Injili di Indonesia (GIdI) yang bermarkas di Tolikara. Acara Seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang digelar (15-19 Juli 2015) bersamaaan dengan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri. Pada acara itu, hadir tamu dari Israel, Benjamin Berger.

Rupanya, hubungan erat antara GIdI dengan ‘tamu asing’ dari Israel sudah terjadi sejak lama. Pada 20 November sejumlah petinggi GIdI dan tokoh gereja dari Papua bertandang ke Israel untuk meneken sebuah kontrak perjanjian kerjasama. Padahal antara Israel dengan Indonesia tak pernah ada hubungan diplomatik.

KESEPAKATAN KERJASAMA

Kesepakatan Kerjasama ini dibuat pada tanggal 20 November 2006 antara : KEHILAT HA’SEH AL HAR ZION (Jemaat Doamba di Gunung Sion-KHAHZ) sebagai pihak kesatu, yang melakukan pertemuan di Gereja Kristus, Yerusalem dengan Gereja Evangelis, GEREJA INJILI DI INDONESIA (GIDI) d/a. PO Box 233, Sentani 99352, Jayapura, Propinsi Papua, Indonesia, sebagai pihak kedua.

DASAR KERJASAMA

1. Kami, KHAHZ dan GIDI, sebagai partner dalam kesepakatan ini percaya:
 Bahwa ikatan cinta dan persahabatan Kristen dapat dibangun dan dipelihara di antara kita;
 Bahwa semangat dari kesepakatan ini akan terus terpelihara di bawah bimbingan pimpinan gereja (ministry) dan hubungan timbal balik antar mereka.

2. Mengakui kesatuan Gereja di seluruh dunia, kami sepakat untuk bekerja secara kemitraan dalam membangun dan mempromosikan Kerajaan Tuhan. Kami lebih jauh menyepakati untuk bekerja sebagai sebuah tim dalam kemitraan dengan organisasi-organisasi Kristen lainnya, sementara kami tetap memiliki kebebasan untuk bekerja sama dengan kelompok-kelompok kristen yang lain di luar kesepakatan ini.

3. Kami menyadari bahwa saat ini kita sedang hidup di zaman ketika tuhan sedang merestorasi gereja-nya di israel dan di seluruh dunia. Kami memahami hubungan baru kami dengan gereja di Papua dan (Kehilah) Gereja di Yerussalem sebagai satu langkah dalam proses restorasi ini. Kami juga memahami bahwa bangunan persahabatan di antara kedua bagian badan al-masih itu sesuai dengan tujuan-tujuan nubuwah dari tuhan bagi israel dan bangsa-bangsa lain di akhir zaman ini. Inilah saatnya bagi ilmu tuhan tentang akhirat (eschatology) ketika roh kudus mencangkokkan pokok-pokok zaitun liar dari berbagai bangsa ke dalam pohon zaitun yang terpelihara di israel yang menyelamatkan dalam sebuah keanggotaan/persahabatan sebagai ungkapan realita penjelmaan. Agar hal ini bisa tercapai sebagai ungkapan satu kesatuan dalam satu tubuh antara yahudi dan non-yahudi, kami telah berkomitmen kepada isa (yesus) untuk bersama-sama membangun dalam suatu cara yang relasional. Kami menyadari pentingnya pengajaran kenabian dari firman tuhan sebagai hal yang penting untuk membawa kita ke dalam hubungan yang tuhan selalu kehendaki bagi kedua pihak ini sebagai bagian dari tubuhnya.

Supaya visi ini bisa terealisir, kami memahami akan perlunya pengajaran/bimbingan dari zion dalam bentuk seminar-seminar yang akan diadakan baik di israel maupun di papua. Sementara kami menyadari bahwa pengajaran tersebut harus melalui komunitas yang menyelamatkan (messianis) di israel, kami juga ingin menerima berkah kekayaan dari orang-orang non-yahudi, di mana sang mesiah (juru selamat) telah sampaikan kepada badannya di papua. Kami memahami bahwa kesepakatan yang kami tanda tangani ini, pada hari ini, hanyalah sebuah permulaan dari rencana tuhan di mana roh kudus akan membukanya pada saat kita berjalan bersama dalam kesatuan kasih dan ketaatan dalam bimbingannya. Kami juga memahami bahwa ini merupakan salah satu kunci penting dalam fase akhir rencana tuhan yang akan memimpin dalam menyelesaikan misteri mempelai yang telah disiapkan untuk menyambut kedatangan tuhan pada saat gereja-gereja dari seluruh bangsa datang ke dalam hubungannya yang benar dengan komunitas yang menyelamatkan (messianis) di Yerussalem

4. Kesepakatan ini adalah antara KHAHZ dengan GIDI dan sebagaimana hal itu berlaku bagi seluruh pekerja (pelayan gereja, misionaris) di luar negeri (asing), jangka panjang maupun jangka pendek, dikirim oleh para partner dalam tugas-tugas misionaris. Laporan dari bagian departemen (ministry) yang bersifat pribadi akan disusun untuk semua pekerja asing, yang akan ditandatangani oleh para pekerja (pelayan gereja) asing tersebut yang terkait dan yang merupakan perwakilan dari gereja-gereja kami.

5. Meskipun para pekerja/pelayan secara individu tidak akan diminta menandatangani Kesepakatan Kerjasama ini, namun setiap Gereja sangat diharapkan untuk membuat duplikat (copy) yang diperuntukkan bagi para pekerja asing supaya mereka membacanya dan membuat diri mereka mengenal/tahu tentang semangat kami dalam kerjasama ini.

6. Setiap perilaku maupun tindakan para pekerja/pelayan yang dianggap merupakan pelanggaran terhadap semangat Kesepakatan ini, maka akan segera didiskusikan oleh para pemimpin Gereja terkait, dan jika perlu akan dibatalkan ijin kerjanya.
Keanggotaan Gereja dan Pernyataan Ministry (Jabatan Pendeta)

Keanggotaan Gereja:
1. Para pekerja asing yang berafiliasi dengan GIDI dan disetujui oleh KHAHZ akan menjadi anggota penuh KHAHZ, menikmati hak-hak sebagai anggota penuh, dan berkomitmen terhadap tanggung jawab keanggotaan semua Gereja.
2. Para pekerja asing yang berafiliasi dengan KHAHZ dan disetujui oleh GIDI akan menjadi anggota penuh GIDI, menikmati hak-hak sebagai anggota penuh, dan berkomitmen terhadap tanggung jawab keanggotaan semua Gereja.
3. Setiap saat para pekerja/pelayan asing diharapkan bisa bekerja sama dengan pimpinan nasional Gereja yang ditempati sebagaimana dalam struktur badan Gereja mereka sendiri.

Pernyataan Ministry (Pelayanan Gereja):
1. Sebelum seorang pekerja asing direkrut, badan yang mengurusi di dalam KHAHZ maupun GIDI akan menulis sebuah pernyataan/laporan ministry. Pernyataan tersebut akan saling ditukar antar gereja-gereja (partner) sebagai bahan pertimbangan dan perekrutan.
2. Bagi siapa saja yang ingin menempati posisi tertentu harus memiliki karakter yang diperlukan, kualifikasi akademis maupun professional. Sebagai tambahan, pekerja asing tersebut harus menyiapkan diri mereka komitmen terhadap Kesepakatan Kerjasama dan terhadap Konstitusi Gereja, Peraturan, dan Rambu-rambu gereja yang menerima (yang akan ditempati)
3. Seorang pekerja asing yang memasuki kegiatan/pekerjaan KHAHZ maupun GIDI akan dikenalkan dengan dokumen-dokumen ini, dan pemimpin Gereja nasional yang terkait akan membantu dalam urusan ini.
4. Semua para pekerja asing akan bertanggung jawab kepada seseorang yang dinominasikan oleh Gereja dalam departemen atau bagian masing-masing. Di manapun seseorang ditugaskan ke sebuah institusi dia akan bertanggung jawab kepada kepala institusi itu. Jika seseorang ditugaskan ke pekerjaan Gereja, dia akan bertanggung jawab kepada Ketua Distrik atau seorang pimpinan yang didelegasikan.
5. Laporan ministry akan ditinjau ulang secara berkala dan mungkin akan disesuaikan setelah saling didiskusikan karena berkembangnya ketrampilan dan kebutuhan.

Pelayanan Pastoral dan Dukungan Bagi Personal
1. Sebagai partner kami mendorong para pekerja asing untuk menjadi bagian yang integral dari Gereja lokal, sehingga mereka akan menjadi tanggung jawab pelayanan pastor tuan rumah.
2. Pelaksana Umum gereja-gereja tersebut akan dilibatkan dalam diskusi-diskusi yang terkait dengan ministry/pelayanan, dan perilaku setiap pekerja asing yang bertugas/melayani di bawah kesepakatan ini. Untuk itu, kami akan mendorong situasi yang saling melayani/peduli, mendukung, dan tukar menukar informasi, termasuk dokumen resmi gereja (circular) dan evaluasi tahunan. Setiap partner akan selalu mengusahakan untuk memelihara kontak langsung antar mereka di setiap waktu baik itu melalui email, telepon, atau fax terutama dalam hubungannya dengan ministry/pelayanan para pekerja asing.

Pekerja Baru
1. Setiap gereja akan membuat prosedur yang bisa dikerjakan untuk keperluan orientasi bagi para pekerja asing supaya bisa membantu mereka menyesuaikan diri dengan kehidupan dan tugas pekerjaan di negara tempat ia bekerja.
Evaluasi Tahunan
1. Kedua pihak gereja akan mengharuskan kepada masing-masing pekerja asing untuk mempresentasikan laporan tertulis pelayanannya di depan Konferensi Distrik Tahunan atau yang sederajad. Selama (masa) presentasi itu mereka akan perlu menemui Ketua Distrik atau yang mewakilinya untuk mendiskusikan tentang pelayanan/pekerjaannya pada saat itu.

Akhir Masa Tugas
1. Setiap pekerja asing yang telah menyelesaikan masa bakti/tugasnya bersama KHAHZ maupun GIDI akan diberikan sebuah undangan tertulis dari gereja tuan rumah untuk kembali ke negara di mana ia bertugas dalam rangka melanjutkan tugas-tugas pelayanan/kepasturan jika dipandang perlu.

Keadaan dan Perkembangan Khusus
Dengan bekal pengalaman para pekerja asing dalam melayani selama bertahun-tahun, kami menyadari bahwa situasi-situasi tertentu akan berpengarauh pada perkembangan yang membutuhkan perhatian khusus. Beberapa hal di bawah ini menggambarkan sejumlah kasus yang pernah terjadi, namun disadari bahwa hal-hal lain mungkin saja terjadi di masa yang akan datang, dan para partner akan meminta pekerja-pekerja asing memberitahukan hal-hal baru tersebut sebagai rasa hormat kepada budaya dan negara setempat.

Perkawinan Antar Budaya
Kami menyadari bahwa ajaran gereja meniadakan segala perbedaan tentang ras dan suku. Kami setuju bahwa setiap pekerja asing harus mendiskusikan dengan pihak gereja maupun pemimpin misi tentang setiap hubungan mereka yang bisa mengarah kepada perkawinan.

Perilaku Tidak Pantas
Kami mewajibkan seluruh pekerja asing untuk mengikuti ajaran Bible yang merujuk kepada perkawinan monogami dan heteroseksual. Setiap pelanggaran terhadap masalah ini terkait dengan perilaku tidak bermoral dan perzinaan akan segera didiskusikan situasinya dengan pemimpin KHAHZ dan GIDI.

Komitmen
Para pekerja asing di Israel atas sponsor dari KHAHZ dan sebaliknya yang ingin mengubah komitmen mereka ke agen lain harus melunasi semua biaya yang terkait dengan kepindahan tersebut dan kemungkinan akan diminta untuk meninggalkan negara yang bersangkutan dan meninggalkan akomodasi KHAHZ/GIDI sebelum negosiasi dilakukan.

Kerjasama dengan pemeluk Kristen lain – (dalam) Komunitas Mesianis
Mengingat syarat-syarat pada Pasal (d) di atas mengakui kesatuan badan Kristus, KHAHZ/GIDI menyatakan senang dengan setiap kontribusi para pekerja asing terhadap pekerjaan umat Kristen lain – Komunitas Mesianis di negara yang ditempati. Namun demikian, kami akan meminta masalah tersebut didiskusikan dengan pemimpin (gereja) partner yang berwenang sebelum dibuat komitmen apapun.

Pelayanan Pembuatan Tenda
Kami menyadari adanya peluang/kesempatan yang baik bagi para pemeluk Kristen untuk bekerja/melayani di posisi Pemerintahan dan Non-Pemerintahan (LSM). Oleh karena itu, masing-masing partner akan terbuka untuk mendiskusikan tentang dukungan/sponsor KHAHZ/GIDI bagi para pekerja asing terhadap posisi tersebut, dengan maksud untuk memajukan pelayanan Kristen.

Riset dan Studi Lanjutan
1. Kami mendorong/mendukung studi yang sedang berlangsung, oleh karena itu akan dibuka pendaftaran bagi para pekerja asing untuk mengikuti program (kuliah) di universitas-universitas di negara setempat atau di institusi akademis lainnya, tetapi tujuan mengambil program/kuliah tersebut harus disampaikan kepada pemimpin partner tuan rumah untuk memastikan, sehingga:
– tidak melakukan hal-hal yang tidak perlu/penting bagi orang yang bersangkutan;
– tidak ada persyaratan pemerintah yang dilanggar

Persyaratan dan Tanggung Jawab
1. Gereja yang menerima atau tuan rumah bertanggung jawab untuk:
– Di mana saja yang memungkinkan, membantu mencarikan rumah tinggal bagi para pekerja asing pada wilayah tugas/misi yang ada dengan kesepahaman bahwa biaya sewa yang disepakati dibayar oleh pekerja asing kepada penyewa (pemilik tanah)
– Dalam situasi pelayanan baru yang bisa membantu semaksimal mungkin untuk mengamankan properti baik sewa maupun beli dengan harga yang sesuai, namun biaya akan menjadi tanggung jawab pekerja asing atau (gereja) partner yang mengirim.
– Mengatur perjalanan pekerja asing dari dan ke bandara di awal dan di akhir masa tugas pelayanan.
2. Gereja yang mengirim bertanggung jawab untuk:
– Mengatur dan memastikan bahwa semua pekerja asing tercukupi kebutuhannya secara memadahi termasuk orang-orang yang menjadi tanggungannya, menanggung biaya perjalanan ke dan dari negara tuan rumah, biaya hidup (termasuk perlengkapan dan kebutuhan pribadi)
• Memastikan bahwa asuransi yang memadai sudah ada untuk menanggung biaya kesehatan para pekerja asing dan yang menjadi tanggungan mereka.
– Termasuk setiap tunjangan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk pendidikan anak-anak mereka. Para pekerja asing bebas memilih bentuk apa saja ataupun pendidikan yang dibutuhkan anak-anak mereka.
– Sepakat dengan semua pekerja asing terkait dengan masa (panjang) dan frekuensi Home Responsibility. Namun demikian, informasi ini harus disepakati sejak awal di setiap masa tugas dan diketahui (tersedia) oleh pemimpin partner tuan rumah.
– Memiliki prosedur yang telah disepakati untuk menghadapi/antisipasi segala bentuk krisis yang terkait dengan komitmen pribadi mereka sendiri dengan partner yang menerima. Pada saat partner penerima akan melakukan itu semua, mereka bisa membantu personil pada saat krisis yang diketahuinya, bahwa partner pengirim berhak atas keputusan akhirnya.
Penerimaan dan Amandemen (Perubahan) Atas Kesepakatan ini
Semua pihak (partner) setuju bahwa penandatanganan dokumen ini oleh pimpinan yang sah dan yang diakui oleh para partner menunjukkan komitmen yang total terhadap persyaratan-persyaratannya.
Penyesuaian dan modifikasi terhadap kesepakatan ini bisa dilakukan kapan saja, tetapi setelah melalui diskusi dan kesepakatan kedua belah pihak/partner. Yerussalem, 20 November 2006

Yang Bertanda Tangan atas Kesepakatan ini
Untuk dan atas nama GIDI:

 

Pastor Lipiyus Biniluk (Ketua Sinode GIDI)

Untuk dan atas nama KHAHZ:
Pastor Benjamin Berger
Pastor Reuven Berger
Saksi:

  1. Pastor Jason Sentuf (Gereja Pekabaran Injil “Jalan Suci”, Papua)
  2. Pastor Ishak Isir (Gereja Baptis “Anugerah” Indonesia)
  3. Pastor Otto Kobak (Gereja Injili Di Indonesia)

Ulama dan Umat Islam Makassar Sampaikan Ultimatum: Adili dan Berhentikan Ahok !!!

0

MAKASSAR – Jika Pemerintahan saat ini tidak peduli dan tidak mau menjaga kesucian agama umat Islam Indonesia, maka kami Umat Islam Indonesia akan membela agama kami dengan cara kami sendiri.

Untuk itu, para tokoh, ulama dan umat Islam Sulawesi Selatan meminta kepada Presiden, Polri, Kejaksaan Agung dan Mahkamah Agung untuk menangkap dan mengadili Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang telah menistakan agama Islam yang merupakan agama yang dianut mayoritas rakyat Indonesia.

“Kami meminta Kementerian Dalam Negeri untuk mendesak Presiden RI memberhentikan secara tidak hormat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menggunakan simbol-simbol dan fasilitas negara melakukan penistaan Agama Islam,” tulis Umat Islam Indonesia Sulawesi Selatan yang tergabung dalam Petisi 50 dalam siaran persnya, Rabu (12/10).

Berikut isi Petisi Makassar:

Bismillahirrahmanirrahim

Jika Pemerintahan saat ini tidak peduli dan tidak mau menjaga kesucian agama umat Islam Indonesia, maka kami Umat Islam Indonesia akan membela agama kami dengan cara kami sendiri.

1. Melalui DPRD Sulsel, Polda SulSel dan Kodam VII Wirabuana, meminta Kepolisian RI, Kejaksaan Agung, dan Mahkamah Agung menangkap dan mengadili Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang telah menista agama Islam yang dianut mayoritas rakyat Indonesia.

2. Melalui DPRD SulSel, Polda

SulSel dan Kodam VII Wirabuana, DPRD DKI, Kementerian Dalam Negeri, untuk mendesak Presiden RI memberhentikan secara tidak hormat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menggunakan simbol simbol dan fasilitas negara melakukan penistaan Agama Islam.

Semoga petisi ini mendapat respon yang positif dari seluruh pihak utamanya pejabat negara, kepolisian, militer, legislatif, eksekutif, yudikatif dalam rangka mengantisipasi kezaliman yang lebih besar dimasa datang oleh pejabat tersebut sesuai peringatan ALLAH: “Sungguh telah nyata kebencian dari mulut mereka dan apa yang tersembunyi dalam hati mereka lebih jahat lagi.” (QS.Ali Imran: 118).

Umat Islam Indonesia SulSel:
1. Aby Ancha Alamsyah
2. Irfan Abdul Gani
3. Sulaiman Gossalam
4. Ir. Zaenal Abidin.S
5. Ir. Agussalim
6. Irfan Yahya
7. Supriadi Yosup Boni
8. Drs. Syamsuriadi MAg
9. DR. Umar Congge
10. Arsyad Yunus
11. HM Amin Syam
12. M. Said Abd.Shamad
13. Muh. Qasim Saguni
14. Harman Tajang, Lc
15. Firmansyah Lafiri
16. Rapung Samuddin
17. Fadel Abdurahman
18. Dr. Rahmat AR, M.A.
19. A. Aladin Mustamin
20. Ir. Abdul Muis, MT.
21. Ir. Tahruna Madjang, M.Sc.
22. Mudzakkir M. Arif, M.A.
23. Ilham Hamid, S.Ag, M.Ag, M.pd.
24. Dr. Ir. H.A. Dirgahayu Lantara, MT,.IPU.
25. Muhammad Ikhwan Abd. Jalil, Lc.
26. Ahkam Abu Faiz, MA.
27. Muhammad Yusron Anshar Lc, MA.
28. Muchtar Dg. Lau
29. Nuzril Isla, ST
30. Ir. Abu Hasan
31. Mawardi Jafar
32. Prof.Dr.Ir.Ahmad Munir, M.Eng
33. Rahim Mayau.
34. Firdaus Malie
35. DR. Uman Jasad

PETISI MAKASSAR ini secara resmi akan disampaikan di kantor DPRD Sulawesi Selatan pada hari Jumat 14 Oktober besok, jam 2 siang.

Kalau Ahok Dinyatakan Bersalah, Berarti Benar, Ini Penyaliban Yesus Era Pascamodern

0

Kalau Ahok dinyatakan Bersalah, berarti Benar, maka jelas ini penyaliban Yesus Era Pascamodern merupakan pernyataan yang tidak terlalu salah kalau umat non-Muslim mengucapkannya.

Pusat pngajaran agama Kristen ialah “keselamatan” yang dibawa oleh Yesus Kristus ke dunia. Dan proses penyelamatan umat manusia itu terjadi lewat sebuah peristiwa yang kita kenal dengan nama “penyaliban”.

Setiap saat, setiap khotbah, peristiwa penyaliban dan proses penyaliban hampir tidak pernah alpa dari ulasan di mimbar-mimbar agama Kristen di mana-mana. Apalagi menjelang Paskah, ada fragmen dan drama penyaliban di-dramakan untuk mengenang peristiwa ini.

Dalam proses penyaliban itu, ada beberapa pihak yang dapat kita bandingkan dulu dan sekarang ini di Jakarta, kalau kita mau samakan penyaliban Yesus dan penyaliban Ahok sebagai sejarah yang berulang-kembali. Dikatanan secara umum di mana-mana “History repeats itself”.

Yang pertama ialah istilah “penistaan agama”. Kedua ialah realitas mayoritas vs minoritas. Ketiga soal desakan dan paksaan kaum mayoritas. Keempat, sikap pemerintah terhadap proses pengadilan dan penghakiman.

Yesus disalibkan dengan alasan Yesus mengaku diri sebagai Raja Dunia, padahal Raja Dunia masih ditunggu oleh orang Yahudi waktu itu, dan bahkan sampai hari ini agama Yahudi masih menunggu Raja mereka datang untuk memulihkan tahta Daud. Pokok aduan ini menjadi dasar dari semua tuduhan yang lain yang ditujukan kepadanya.

Hal kedua ialah mayoritas yang menuntut Yesus/ Ahok disalibkan dan minoritas yang menunggu nasib apa yang akan menimpa kepada Yesus/ Ahok. Bahkan demonstrasi besar-besaran dilakukan di halaman pengadilan, dan mendesak pemerintah segera menjatuhkan hukuman mati bagi Yesus. Ahok dinyatakan bersalah, maka juga merupakan ‘hukuman mati’ bagi karir politiknya sebagai seorang pejabat negara di negara bernama Indonesia. Kecuali Ahok pindah Warga Negara, tetpai selama Ahok ada di Indoneia, maka Ahok dapat dikatakan “mati” disalibkan.

Hal ketiga, desakan dan paksaan begitu luarbiasa sehingga pejabat pemerintah dan hakim tidak punya pilihan lain daripada menyerahkan Yesus untuk disalibkan. MUI, FPI, Muhamadyah dan tokoh Indonesia lainnya secara terbuka mendukung penyaliban Ahok. Hanya sebagian kecil orang Indonesia berpikir untuk membela Ahok, tetapi itu tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan seruan untuk menyalibkan Ahok.

Hari ini 15 November 2016 diberitakan dua hari lagi status Ahok akan dikeluarkan oleh Kepolisian RI. Sekarang kita tunggu, apakah kepolisian romawi yang kewalahan dan menyerah kepada desakan mayoritas, ataukah justru Polri sama saja dengan kepolisian Romawi waktu itu, walaupun mencuci tangan dan menyatakan Yesus tidak bersalah, tetapi tetap menyerahkan Yesus untuk disalibkan.

Bagi orang Kristen di manapun kita berada, kita harus belajar kembali apa yang dikatakan Yesus, bahwa “mengikut Yesus ialah memikul salib-Nya”. Semua penderitaan yang telah dialaminya sudah banyak dialami oleh orang Kristen di mana-mana, di seluruh dunia, di sepanjang sejarah manusia. Kini sejarah mengulangi dirinya sendiri, di negara bernama Indonesia.

Gereja-gereja di Indonesia berada di pihak lemah, minoritas, tak berdaya, sama dengan yang dialami Yesus. Apalagi Ahok, ditambah dengan kata-kata beliau yang selama ini diucapkannya begitu tidak Kristiani, kembali membuahkan hasil. Kita berdoa, kiranya Tuhan Yesus turun tangan dalam hal ini, memberikan jalan keluar terbaik bagi umat-Nya di muka Bumi, terutama di Jakarta dan di Tanah Papua, karena dampak dari insiden ini sangat terasa di kedua wilayah.

Berdoa Sebenarnya Bukan Menyampaikan Permohonan Kita Kepada Tuhan

0

Pada hari Minggu 23 Oktober 2016. saya mendapatkan berkat dari sebuah khotbah di Channel TV bernama “Life”. Topik pembicaraan para pakar teologia, yang banyak bergerak dalam pelayanan gereja itu berbicara tentang satu topi, “Doa”.

Saya sudah lama baca dan mendengarkan khotbah dari berbagai pihak, Dari Ayah saya, seorang Pendeta Senior di Tanah Papua, saya sudah banyak mendengarkan doa-doanya. Saya juga sangat sendang dengan khotbah-khotbah dari Pdt. Dr. Stephen Tong, karena baik ayah saya dan Pdt. Tong punya cara khotbah dan memiliki kuasa khotbah yang hampir sama.

Ada pertentangan yang selalu saya pikirkan dalam hati dan selalu saya renungkan, antara dua realitas dalam doa:

  • Orang Kristen berdoa dan Tuhan merespon,
  • Orang Kristen berdoa dan Tuhan tidak merespon

Ada orang Kristen yang mengharuskan Tuhan menjawab doa mereka, mereka mendesak, bahkan memaksa Tuhan untuk menjawab doa-doa orang Kristen. Banyak Kebaktian Kebangunan Rohan (KKR) yang terkenal dilakukan dimana-mana kebanyakan isinya bukan hanya memaksa, tetapi bahkan memerintahkan Tuhan untuk harus bertindak karena Tuhan dipaksa untuk membuktikan mujizat-Nya, dengan cara datang menyembuhkan orang sakit, melepaskan orang kerasukan, membuat orang miskin menjadi kaya, dan seterusnya.

Tetapi ada orang Kristen yang berdoa, “KALAU ENGKAU Kehendaki, biarlah orang ini disembuhkan, biarlah usaha kami diberkati”. Doa seperti ini kelihata sebenarnya doa orang tidak beriman. Tetapi menurut kaum Injili, doa yang benar ialah Doa yang meminta kehendak Tuhan yang jadi, bukan kehendak kita. Berdasarkan contoh yang ada di dalam Injli, kita tidak dapat memerintahkan Tuhan untuk menyembuhkan orang sakit saat ini juga, menjadikan orang miskin menjadi kaya mendadak. Kita melanggar kedaulatan Tuhan, kita mencampuri areal ke-Tuhan-an,.

Ketiga orang yang sudah lama melayani, usia mereka sudah 60-tahun ke atas, mereka bertiga katakan satu fakta yang merubah cara saya memahami dan memperlakukan “Doa”, yaitu bahwa “Berdoa Sebenarnya Bukan Menyampaikan Permohonan Kita Kepada Tuhan“, jadi dalam doa bukan kita sampaikan kehendak kita tetapi sebenarnya kita sedang “mencocokkan gelombang radio kita, men-dial-nomor telepon Allah, untuk mendengarkan suara Dia, menyeleraskan kehendak Tuhan dengan apa yang kita mau lakukan.

Memang betul, yang kita lakukan seharusnya mencari kehendak Tuhan dalam Doa, bukan memaksakan kehendak kita kepada Tuhan di dalam doa, bahkan memerintahkan Tuhan untuk mengikuti perintah kita. Itu berarti kita bukan pengikut Kristus, bukan Hamba Tuhan, sebaliknya kita menjadi Tuan dan kit menjadi pemimpin.