gereja, papua, injili, gereja papua

Korban Pengeboman Gereja Mesir Bertambah Jadi 26

0
Ilustrasi: Warga Kairo, Mesir menyalakan lilin sebagai solidaritas pada korban serangan bom teror di gereja Koptik di Kairo pada hari Minggu (11/12) ketika sedang berlangsung ibadah. (Foto: Dok satuharapan.com/Al Ahram)

Ilustrasi: Warga Kairo, Mesir menyalakan lilin sebagai solidaritas pada korban serangan bom teror di gereja Koptik di Kairo pada hari Minggu (11/12) ketika sedang berlangsung ibadah. (Foto: Dok satuharapan.com/Al Ahram)

KAIRO, SATUHARAPAN.COM – Jumlah korban tewas dalam tragedi pengeboman di sebuah gereja Koptik di Kairo pada akhir pekan lalu bertambah menjadi 26, setelah seorang wanita lanjut usia meninggal akibat lukanya, kata Kementerian Kesehatan Mesir pada Jumat (16/12).

Odette Saleh Mikhail (70) berada dalam kondisi kritis setelah serangan pada Minggu lalu dan sudah menjalani tiga operasi, kata Kementerian Kesehatan dalam sebuah pernyataan.

Dugaan serangan bom bunuh diri dalam misa di gereja Santo Petrus dan Paulus merupakan yang paling mematikan yang menargetkan minoritas Kristen Koptik Mesir belakangan ini.

Sebanyak 23 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, tiga dari mereka juga dalam kondisi kritis, kata Kementerian Kesehatan, dan sebagian besar korban tewas adalah perempuan.

Kelompok ekstremis Islamic State (ISIS) mengaku sebagai dalang di balik serangan tersebut.

Pihak berwenang Mesir sedang memerangi pemberontakan Islamis yang dipimpin oleh afiliasi lokal ISIS, yang terutama aktif di Provinsi Sinai Utara di wilayah timur negara itu.(AFP/Ant)

Editor : Sotyati

Franklin Graham Serukan Umat Kristen Dunia Doakan Ahok

0
Penginjil dari Billy Graham Evangelistic Association, Franklin Graham. (Foto: gospelherald.com)

Penginjil dari Billy Graham Evangelistic Association, Franklin Graham. (Foto: gospelherald.com)

SATUHARAPAN.COM – Pendeta dan Penginjil dari Billy Graham Evangelistic Association, Franklin Graham, menyerukan umat Kristen di seluruh dunia untuk bersatu dalam doa untuk gubernur DKI Jakarta yang saat ini nonaktif karena menjalani kampanye, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang saat ini menghadapi tuduhan penghinaan agama.

Menurut New York Times yang dikutip ulang Gospel Herald, pada hari Rabu (14/12) dengan mengutip dari fanpage facebook Franklin Graham, putra dari penginjil Billy Graham, menyerukan umat Kristen di seluruh dunia untuk berlomba-lomba memberi dukungan kepada Ahok.

“Kita perlu berdoa untuk gubernur Jakarta beragama Kristen, Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama, yang diadili karena apa yang disebut sebagai penghujatan, yang konyol,” kata  Graham.

“Dia adalah gubernur pertama non-Muslim dari ibu kota Indonesia. Berbagai tuduhan dialamatkan kepadanya karena dia adalah seorang Kristen,” kata dia.

“Ini adalah penganiayaan yang terjadi di seluruh dunia, mari kita berdoa untuk orang ini dan keluarganya,” kata dia.

Dalam Gospel Herald dijelaskan bahwa Basuki Tjahaja Purnama merupakan laki-laki asal etnis Tionghoa dan pemeluk Kristen pertama dalam 50 tahun menahkodai ibu kota Indonesia tersebut.

Ahok, menurut New York Times yang dikutip ulang Gospel Herald, dituduh melakukan pelanggaran undang-undang penistaan agama saat memberikan kata sambutan di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pada September 2016.

Ahok telah membantah tuduhan penistaan agama, dan mengatakan ucapannya tersebut ditujukan untuk politikus yang bersikap tidak benar dengan menggunakan ayat Alquran terhadap dirinya.

Jaksa penuntut mengatakan Ahok melakukan penghinaan terhadap Islam dengan menyalahgunakan ayat tersebut dalam rangka meningkatkan dukungan publik menjelang pemilihan gubernur, menurut BBC yang dikutip ulang Gospel Herald.

Penginjil berusia 64 tahun tersebut menambahkan bahwa The Billy Graham Evangelistic Association akan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) “World Summit in Defense of Persecuted Christians” atau Pertemuan Dunia untuk Umat Kristen Teraniaya di Washington DC, pada 10-13 Mei 2017.

Pertemuan tersebut dihelat dalam rangka mengekspos masalah ini dan untuk membantu mendidik para politikus di Washington DC dan kepada publik di Amerika Serikat tentang penganiayaan yang terjadi terhadap Kristen di seluruh dunia. (gospelherald.com)

==================

We need to pray for the Christian governor of Jakarta, Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, who is on trial for what the Muslim’s are calling blasphemy, which is ridiculous. He’s the first non-Muslim governor of the Indonesian capital in more than half a century. They’re coming after him because he’s a Christian. Hard line Muslim groups have organized protests against him and some have even called for him to be lynched. This is the kind of persecution that is going on around the world in countries that are controlled by Islam. Pray for this man and his family.

The Billy Graham Evangelistic Association is holding the World Summit in Defense of Persecuted Christians in Washington, DC, May 10-13, 2017, to expose this issue and to help educate the politicians in Washington and the American public to persecution happening around the world.

Some analysts see the case as an effort to incite ethnic and religious hatred against Basuki Tjahaja Purnama, who is ethnic Chinese and Christian.
nytimes.com|By Joe Cochrane

Rapat BPL GIDI ke-53, 90 persen mimbar GIDI berbahasa daerah

0

Nabire, Jubi – Presiden Gereja Injili Di Indonesia (GIDI), Pendeta Dorman Wandikbo, mengatakan sebagian besar gereja GIDI di Tanah Papua masih menggunakan bahasa daerah dalam menyampaikan firman Tuhan.

“90 persen mimbar GIDI masih pakai bahasa daerah. Dan, sisanya 10 persen, mimbar gereja pakai bahasa Indonesia. Jadi, (buku-buku penafsiran Alkitab berbahasa Lani) ini memang kebutuhan jemaat,” kata Pdt. Dorman Wandikbo kepada Jubi, menanggapi laporan dari wilayah Yamo, dalam rapat Badan Pekerja Lengkap (BPL) GIDI ke-53 di Nabire, Selasa (29/11/2016).

Pimpinan Badan Pekerja Pusat (BPP) GIDI itu menjelaskan saat ini GIDI memiliki 6.000 pendeta. Dari jumlah itu, sebanyak 4.000 pendeta yang melayani diberbagai daerah pelosok di Tanah Papua masih menggunakan bahasa daerah, “hampir semua dalam bahasa Lani,” jelasnya. Gereja yang disebut lahir dari misionaris orang asli Papua itu, hingga kini melayani dengan 52 bahasa di seluruh Indonesia.

Perpustakaan berbahasa Lani

Yamo, satu dari delapan wilayah penginjilan Gereja Injili Di Indonesia, yang berada di Wamena barat, akhirnya memiliki perpustakaan baru, Perpustakaan Penafsiran Alkitab Bahasa Lani. Seperti namanya, perpustakaan ini mengoleksi dan menerbitkan buku-buku tentang cerita dalam Alkitab yang ditafsirkan dalam bahasa Lani.

Ia memiliki sekurangnya 20 judul buku dan telah menerbitkan sedikitnya 1000 buku per judul dalam setahun.

Ia memiliki sekurangnya 20 judul buku dan telah menerbitkan sedikitnya 1000 buku per judul dalam setahun.

“Kami sudah punya Perpustakaan Tafsiran Alkitab,” kata Evanjelis Gandius Enumbi saat melaporkan program penginjilan dan pemuridan dihadapan ratusan penginjil lain dan pimpinan rapat BPL, Senin (28/11/2016).

Perpustakaan Penafsiran Alkitab Bahasa Lani tersebut mulai dibangun pada 2014 dan baru diresmikan pada 16 Oktober 2016, di kota Mulia, Puncak Jaya. Perpustakaan itu kini sudah dipenuhi dengan ribuan buku penafsiran Alkitab yang ditulis dalam bahasa Lani, yakni bahasa daerah yang digunakan oleh sebagian besar penduduk Wamena, khususnya dari wilayah bagian barat.

Evanjelis yang juga guru Alkitab di Mulia itu mengatakan kehadiran perpustakaan itu menjadi media yang sangat baik dalam mendukung program wilayah Yamo dalam menjalankan pelayanan khususnya bagi para penginjil dan calon penginjil yang masih bersekolah di Sekolah Alkitab Mulia.

“Tujuan terutama untuk menjadi pegangan guru-guru Alkitab, kemudian pegangan bagi siswa Alkitab. Ini juga menjadi pedoman bagi hamba Tuhan dalam pelayanannya di gereja. Karena masyarakat umumnya masih bicara dalam bahasa Lani,” ujar Ev. Gandius Enumbi, yang juga Sekretaris Wilayah Yamo kepada Jubi.

Menurut Ev. Gandius, mengaku dirinya jadi lebih memahami maksud penjelasan dalam Alkitab ketika membaca buku tafsiran berbahasa Lani. Hal yang sama juga dirasakan oleh siswa Alkitab yang diajarnya dan jemaat dalam pelayanannya.

“Buku ini sangat membantu karena dulu kita hanya punya Alkitab bahasa Lani, tapi sekarang sudah ada buku-buku penafsiran jadi ini tolong kami lebih mengerti,” kata guru itu.

Buku-buku tafsiran mulai dibuat tahun 1997 oleh Pendeta Leon Dellinger. Ia seorang pendeta dan misionaris dari UFM atau saat ini dikenal sebagai Cross World.

Ev. Gandius mengatakan, penyempurnaan buku dalam bahasa Lani melibatkan sebuah tim yang terdiri dari Pdt. Inenik Tabuni, Ev. Yosep Wonda, Pdt. Telius Wonda, termasuk dirinya.

Ev. Gandius mengatakan, penyempurnaan buku dalam bahasa Lani melibatkan sebuah tim yang terdiri dari Pdt. Inenik Tabuni, Ev. Yosep Wonda, Pdt. Telius Wonda, termasuk dirinya.

“Setiap tahun, kami terbitkan 1000 buku per judulnya. Dan, sekarang ini kami sudah punya sekitar 20 buku tafsiran Alkitab bahasa Lani,” katanya.

Sekretaris wilayah Yamo itu menambahkan, perpustakaan itu juga mengoleksi beberapa buku tambahan seperti buku Doktrin Alkitab, Sejarah Gereja, Etika Kristen, Pemuridan, Konkordansi Alkitab (tentang cara cepat mencari ayat atau judul dalam Alkitab). (*)

Berikut dafar Buku-buku yang telah ditafsirkan ke dalam bahasa Lani.

Perjanjian Lama:
1. Buku Kejadian dan Ayub,
2. Buku Kitab Taurat Keluaran-Ulangan,
3. Yosua-Ruth,
4. I dan II Samuel – I dan II Tawarikh.
5. Mazmur-Pengkotbah,
6. Esra, Nekemia, Ester, dan Agai Sakaria Maleyakhi
7. Yesaya dan Hosea-Sefanya.
8. Yeremia-Yeheskiel.

Perjanjian Baru:
1. Buku Kehidupan Yesus 1
2. Buku Kehidupan Yesus 2
3. Buku Kehidupan Yesus 3
4. Buku Kisah Rasul-I dan II Korintus
5. Buku Galatia-Filemon
6. Ibrani- I,II,III Yohanes
7. Kitab Daniel dan Wahyu.