gereja, papua, injili, gereja papua

Berdoa Sebenarnya Bukan Menyampaikan Permohonan Kita Kepada Tuhan

0

Pada hari Minggu 23 Oktober 2016. saya mendapatkan berkat dari sebuah khotbah di Channel TV bernama “Life”. Topik pembicaraan para pakar teologia, yang banyak bergerak dalam pelayanan gereja itu berbicara tentang satu topi, “Doa”.

Saya sudah lama baca dan mendengarkan khotbah dari berbagai pihak, Dari Ayah saya, seorang Pendeta Senior di Tanah Papua, saya sudah banyak mendengarkan doa-doanya. Saya juga sangat sendang dengan khotbah-khotbah dari Pdt. Dr. Stephen Tong, karena baik ayah saya dan Pdt. Tong punya cara khotbah dan memiliki kuasa khotbah yang hampir sama.

Ada pertentangan yang selalu saya pikirkan dalam hati dan selalu saya renungkan, antara dua realitas dalam doa:

  • Orang Kristen berdoa dan Tuhan merespon,
  • Orang Kristen berdoa dan Tuhan tidak merespon

Ada orang Kristen yang mengharuskan Tuhan menjawab doa mereka, mereka mendesak, bahkan memaksa Tuhan untuk menjawab doa-doa orang Kristen. Banyak Kebaktian Kebangunan Rohan (KKR) yang terkenal dilakukan dimana-mana kebanyakan isinya bukan hanya memaksa, tetapi bahkan memerintahkan Tuhan untuk harus bertindak karena Tuhan dipaksa untuk membuktikan mujizat-Nya, dengan cara datang menyembuhkan orang sakit, melepaskan orang kerasukan, membuat orang miskin menjadi kaya, dan seterusnya.

Tetapi ada orang Kristen yang berdoa, “KALAU ENGKAU Kehendaki, biarlah orang ini disembuhkan, biarlah usaha kami diberkati”. Doa seperti ini kelihata sebenarnya doa orang tidak beriman. Tetapi menurut kaum Injili, doa yang benar ialah Doa yang meminta kehendak Tuhan yang jadi, bukan kehendak kita. Berdasarkan contoh yang ada di dalam Injli, kita tidak dapat memerintahkan Tuhan untuk menyembuhkan orang sakit saat ini juga, menjadikan orang miskin menjadi kaya mendadak. Kita melanggar kedaulatan Tuhan, kita mencampuri areal ke-Tuhan-an,.

Ketiga orang yang sudah lama melayani, usia mereka sudah 60-tahun ke atas, mereka bertiga katakan satu fakta yang merubah cara saya memahami dan memperlakukan “Doa”, yaitu bahwa “Berdoa Sebenarnya Bukan Menyampaikan Permohonan Kita Kepada Tuhan“, jadi dalam doa bukan kita sampaikan kehendak kita tetapi sebenarnya kita sedang “mencocokkan gelombang radio kita, men-dial-nomor telepon Allah, untuk mendengarkan suara Dia, menyeleraskan kehendak Tuhan dengan apa yang kita mau lakukan.

Memang betul, yang kita lakukan seharusnya mencari kehendak Tuhan dalam Doa, bukan memaksakan kehendak kita kepada Tuhan di dalam doa, bahkan memerintahkan Tuhan untuk mengikuti perintah kita. Itu berarti kita bukan pengikut Kristus, bukan Hamba Tuhan, sebaliknya kita menjadi Tuan dan kit menjadi pemimpin.

Beberapa Catatan dari Indonesia Terhadap FB GIDI

0

Silahkan lihat selengkapnya di FB GIDI

Jika anda memang pengikut fanatik Kristus, fanatik lah dalam nilai-nilai sejatinya, cinta kasih. Bukan fanatik hal2 remeh temeh.
Bertanggungjawablah! Bangun kembali kerusakan yg dibuat jemaat dengan persepuluhanmu..

Dan buktikan bahwa ajaran kita adalah fundamental cinta kasih. Buktikan bahwa kita manusia baru Kristus yang lebih berkualitas, beradab. Bayangkan lah apa yang akan dilakukan Yesus..

Karena peristiwa ini, banyak gereja yang terancam. Kaum fundamental lain juga jadi punya amunisi u/ membenarkan arogansi mereka. Demi kebaikan umat manusia seluruhnya, bertanggungjawablah.

With love,

A catholic

==============

terkutuklah kalian,orang kafir…

===========

berani sekali kalian sama muslim di NKRI…

===========

Kalian melarang kami sholat ied sementara kami tidak melarang kalian merayakan natal ,… apa ini yg di maksud toleransi ??

Pendeta Perlu Gali, 4 Jenis Kotbah Firman Tuhan

0
Ev. Yance Yeimo, (Foto: Yulianus N/KM)

Ev. Yance Yeimo, (Foto: Yulianus N/KM)

Paniai, (KM)— Yance Yeimo S.Th. M.S.Th mengatakan bahwa dalam buku alkitab perjanjian lama kejadian hinga malakheki kemudian buku alkitab perjanjian baru matius – wahyu seluruh ayat sebanyak tiga puluh satu ribu seratus tujuh tiga (31.10073) dan ada 4 jenis kotbah penyampaian Firman Tuhan: Topikal, Tekstual, Ekspitory dan Biografi,

Hal ini disampikan diwawancarai media ini, di kantor Distrik Paniai Timur satu minggu lalu. (2/10/2016) awal bulan ini.

Kata dia, empat macam kotbah tersebut tentu penjelasannya sangat berbeda maka, Hamba Tuhan pendeta dan evanjilis mau disampaikan kotbah jelas dulu, inti latar belakang Firman Tuhan, mereka disampaikan Ilusrasi sesuai dengan Firman Tuhan, dan mereka perlu menjelaskan penerapan Firman Tuhan dikaitkan dengan kehidupan dulu apa dan kehidupan sekarang apa agar umatnya dapat memahami dan mengerti tiap kotbah Firman Tuhan,”ujarnya Yeimo.

Dia juga mengakui seluruh jumlah ayat dari buku akitab kejadian hingga wahyu tiga puluh satu ribu seratus tujuh tiga ayatnya(31.10073) ini. setiap penyampaian firman Tuhan perlu menggali baik latar belakan firman Tuhan.

Karena selama ini, Pendeta atau pastor tidak pernah menjelaskan latar belakang Firman Tuhan. mereka tidak pernah memberikan Ilustrasi Firman Tuhan dan mereka tidak pernah menjelaskan cara penerapan firman Tuhan tersebut, sehinga mereka dikotbah awan awan akhirnya orang gereja dimuncul konflik horisontal antara majelis dengan majelis, gembala dengan majelis konflik dan lain sebagainya,” tutur Yeimo.

Sementara ini, Pdt Paulus Pigome S.Th, selaku dosen Homeletik mengatakan saya mengajar kepada siswa sekolah kristen STA maupun STT sesungguh hati ratusan Tahun, lalu hingga sekarang namun mengapa mereka masih kurang memahami dan mengerti cara kotbah dan penjelasannya Firman Tuhan seperti latar belakang, Ilustrasi dan penerapan Firman Tuhan

Dia mengakui saya sangat menyesal bahwa pdt atau pastor disampaikan firman Tuhan itu masih belum mengerti karena mungkin saya salah mengajar homeletik sehinga mereka lemah penjelasan inti 4 jenis kotbah itu, ungkap Pigome

Pigome Menambahkan, “kedepan Pendeta harus memahami cara berkotbah sesuai dengan terambil ayat firman Tuhan agar umatnya dapat membawa berkat Firman Tuhan dan mempraktekan dalam kehidupan kita,”pungksanya.

Pewarta.Yulianus U. Nawipa

Benny Giay: Kingmi Akan Gabung Dewan Gereja-Gereja Pasifik

0
Saat Dr. Benny Giyai  menyampaikan  Sambutan  Ret-reat Perkawan Kingmi Sinode Di Tanah Papua, di Gedung Graha Emeneme Yaware, Timika  24/10/2016, (Foto: Andy/KM)

Saat Dr. Benny Giyai menyampaikan Sambutan Ret-reat Perkawan Kingmi Sinode Di Tanah Papua, di Gedung Graha Emeneme Yaware, Timika 24/10/2016, (Foto: Andy/KM)

Timika, (KM)— Dalam acara pembukaan Ret-reat Repartemen Pelayanan Perempuan (DPP), Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi) Di Tanah Papua, Pendeta Dr. Benni Giyai, selaku ketua Sinode, dalam sambutannya menyatakan, Gereja Kingmi akan bergabung dengan Dewan Gereja-gereja Pasifik, senin (24/10/2016) di Genung Graha Emene Yaware Timika Indah Papua.

Kata dia, Papua dan dunia sedang bergerak berubah, sudah 54 tahun kita berkarya melayani di Tanah Papua, sekarang kita akan bergabung dengan Dewan Gereja Papua Niguni, menurutnya, pada 22 oktober 2016 kemarin, Dewan Gereja PNG menerima Kingmi sebagai anggota Gereja Pasifik.

“Gereja Sedang berubah, semua suku agama sedang berubah dan batas pulau pun sedang berubah, sehingga kami Gereja Kingmi kembali ke akar lagi, dan kita akan bergabung Di Gereja-gereja Pasifik dan Asia.

“Jadi kita bersyukur, karena Kingmi akan menjadi anggota Dewan Gereja Pasifik dalam tahun ini dalam bulan November 2016. selama 54 tahun gereja ini mulai bergerak dari satu honai, sampai saat ini Tuhan memimpin kita, “tutur Benni.

Beni juga, tegaskan kami sudah menjalani 54 tahun, berarti kita sudah dewasa dan mandiri, sehingga kita layak menjadi anggota Dewan Gereja pasifik, untuk mewujudkan berubah menjadi kuat baik secara Rohani maupun jasmani.

“Gereja yang awal masuk di Tanah Papua, sementara pemerintah penguasa sedang tidur di Jakarta, sedangkan PT. Freeport Indonesia pun masih tidur Amerika, Gereja duluan masuk di Tanah Papua, Gereja perintis pertama di Papua secara rohani dan jasmani,” ungkap Benni.

Dia juga minta melaui pembinaan rohani ini, mama papua mengatur kehidupan kaum perempuan dalam perubahan-perubahan semua bidang di lingkup Kingmi maupun kalangan masyarat umum, karena selama ini perempuan papua belum tampil di publik.

“Pada hal perempuan papua punya kaya dengan talenta yang banyak tersembunyi di mimiki oleh perempuan papua, sehingga melalui kegiatan ini agar perempuan papua harus tampil seperti laki-laki, mama papua menjadi bintang-banitang di papua untuk bersinar, “harapnya.

Tempat yang sama, saat pengujung acara tersebut, Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE, kepada wartawan menyatakan untuk soal keamanan selama kegiatan kami pastikan aman, kami sudah minta pihak keamanan membantu menjaga kegiatan ini sampai selesai.

Pewarta: Andy Ogobay